Senin, 27 Maret 2017

Lanjutan Project Dua

Lanjutan Project Dua

#TantanganHarike5
#gamelevel3
#myfamilymyteam
#kelasbunsayIIP
#melatihkecerdasananak

Setelah kemarin eksekusi hari pertama pada project kedua, maka hari ini adalah eksekusi lanjutan. Seru. Itu yang saya rasakan. Haikal masih semangat menjadi pimpinan project dan dia masih menyebut kegiatan ini dengan sebutan mencangkul. Meski hanya beberapa bibit yang ditanam, namun melihat antusias Haikal sungguh membuat saya bahagia. Dia bertanggung jawab pada tugasnya sebagai kapten dengan baik.
Hari ini, media tanam sudah siap diisi tanah. Dengan semangat Haikal memasukkan tanah ke dalam pot. Pot disiapkan untuk menanam benih.


 Saya membantu menyiapkan benih dan abahnya mendampingi tugas Haikal.
Yang pertama ditanam adalah bawang. Dengan kemampuan seadanya Haikal menanam bawang merah langsung di tanah (tidak pakai pot). Setelah benih saya siapkan, Haikal membagi dua benih ke dalam dua pot. Pertama benih cabe dan rawit, yang kedua benih tomat.

Alhamdulillah selesai dengan baik.
Sore harinya, Haikal mulai menyiram kebun mininya. Masih dengan semangat yang tinggi.

Senang sekali hari ini, bisa mengeksplore kegiatan keluarga. Ada tujuan ada rencana, untuk hasil jangka panjang.

Minggu, 26 Maret 2017

Eksekusi Pertama Proyek Kedua

EKSEKUSI PERTAMA PROYEK KEDUA

#tantanganharike4
#gamelevel3
#myfamiliymyteam
#kuliahbunsayIIP
#melatihkecerdasananak

Pagi-pagi sekali, Haikal sang pimpro sudah memanggil-manggil saya. “ummi ayo nyangkul, ayo nyangkul” katanya. Kenapa pikirannya jadi nyangkul. Mungkin maksudnya berkebun. Dia tampak antusias efek dari family forum kemarin. Qodarullah, pagi ini saya dilanda sakit, jadi tak bisa bergegas untuk segera memulai proyek kedua. Karena Haikal sudah sangat semangat, saya pun harus segera menanggapinya, sebab kemarin pun dalam family forum saya sangat semangat berdiskusi. Hasilnya, Haikal pun sepertinya sudah tidak sabar menggarap kebun mininya.
Team kami, masih sama seperti di proyek pertama, bedanya ada pada pimpro, kali ini Haikal yang menjadi kapten dan mendominasi semua pekerjaan. Hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan lahan mini dari rumput-rumput liar. Dengan alat seadanya Haikal mulai mancabut rumput-rumput. Saya pun turut membantu. 


Kemudian, kami mengumpulkan wadah-wadah bekas yang bisa dijadikan media untuk menanam bibit tanaman nantinya. Kamu menemukan 3 wadah, karena ada tanaman yang akan ditanam langsung di tanah (tanpa pot), jadi kami merasa 3 wadah cukup. Sambil menunggu Abah menyiapkan cat untuk mengecat wadah bekas, saya dan haikal masih mencabut rumput.
Saya ambil beberapa cabe, rawit, tomat, dan bawang. 

Saya tunjukkan pada Haikal, bahwa ini yang Haikal sebut kemarin dan yang ingin Haikal tanam. Haikal tersenyum senang. Tidak lupa saya memberi tahu, bahwa tanaman ini ciptaan Allah. Dia akan tumbuh dengan baik atas izin Allah.
Cat sudah siap, dimulai dengan bismillah, dengan kemampuan seadanya Haikal mulai mengecat wadah-wadah yang sudah disiapkan tadi. 3 wadah selesai, lalu dijemur.



Maklumlah anak-anak, Haikal memilih menyudai jalannya proyek sampai sini, dan dia beranjak bermain dengan teman-temannya yang sedari tadi suaranya riuh terdengar bermain sepeda di jalan depan rumah. Okey kita lanjut esok, untuk memulai menanam benih yang sudah kita siapkan bersama. Semoga semua semakin antusias. Sambil menunggu kelahiran putra kedua yang tinggal menghitung hari menurut perkiraan. semoga sehat dan lancar. Aamiin.

Sabtu, 25 Maret 2017

FAMILY FORUM for SECOND PROJECT

FAMILY FORUM for SECOND PROJECT

#tantanganharike3
#gamelevel3
#myfamilymyteam
#kuliahbunsayIIP
#melatihkecerdasananak



Alhamdulillah masuk tantangan hari ke 3. Semoga bisa tepat sepuluh hari selesai, sambil nunggu launching anak kedua yang tinggal menghitung hari. Sambil menikmati cincau di siang hari yang sangat terik, saya dan 2 team lainnya membuka forum dengan santai serta mengalir. Berikut rincian percakapan bersama team hebat saya.

Nama Project : Membuat Kebun Sayur dan Buah Mini

Gagasan ini disepakati bersama mengingat ada sedikit lahan kosong d halaman rumah. Itulah sebabnya nama projectnya diselipkan kata mini. Memang sangat mini. Lahan tanah terbuka d halaman rumah kami luasnya 40x200 sentimeter, bukan meter๐Ÿ˜. Meski begitu, lahan seluas itu insya Allah masih bisa ditanami dengan baik. Abahnya sangat setuju dengan project ini dan juga antusias untuk mengumpulkan alat dan bahan yang diperlukan. Haikal pun setali tiga uang, ketika ditanya ingin menanam apa, Haikal menjawab cabe, tomat, buah naga๐Ÿ˜‚. Saya apresiasi pada apa yang mereka sampaikan. Semoga prosesnya bisa berjalan dengan baik, yaitu bisa menumbuhkan kecerdasan anak dalam berbagail hal, juga menambah kekompakan keluarga ini. Semoga juga, jika kebunnya hasil kesepakatan bersama, maka rasa tanggung jawab pun ada pada setiap anggota keluarga. Karena selama ini bukan tanah kosong itu dibiarkan, sudah ada tanaman di antaranya jahe merah,kencur, jeruk, jeruk tambulapot (tanaman buah dalam pot), cabe, dll. Namun karena yang memperhatikan saya sendiri, kadang tak terurus,misalnya ada rumput liar, hama yang merusak daun cabe dan jeruk, dan lain-lain. Haikal kadang iseng mencabut tanaman-tanaman yang ada untuk mainan. Abahnya mungkin tidak sadar ada tanaman-tanaman itu di halaman.
Pelaksanaan project ini sepertinya memerlukan waktu lama. Kami menargetkan waktu 3 hari dimulai dari family forum hari ini. Pada project kedua ini disepakati sebagai pimpinan project adalah Haikal. Dag dig dug juga, apa Haikal paham dan bisa menjalankan dengan baik. Namun jika tidak dicoba saya dan abahnya tidak akan pernah tahu. Haikal akan menjadi puncak tertinggi pengambil keputusan dan kesepakatan. Kami berharap bisa tumbuh jiwa kepemimpinannya untuk bekal hidup.
Waktu Pelaksanaan:
Hari pertama: family forum
Hari kedua: melaksanakan hasil kesepakatan pada family forum. Di antaranya, mengumpulkan kaleng, botol, dan benda apa saja yang bisa digunakan sebagai tempat tanaman tumbuh, terutama kala penyemaian benih. Wadah-wadah itu akan dihias terlebih dahulu supaya lebih eye catching. Kemudian mencari tanah yang baik serta membeli pupuk kompos. Dalam hal ini abahnya menjadi penampuk amanah pengumpulan alat dan bahan. Sedangkan saya mempersiapkan bibit-bibit dari bahan masakan di dapur, dan sebagian lagi akan kami beli di toko bibit tanaman.
Hari ketiga: mulai eksekusi
Jika tidak memungkinkan diselesaikan dalam tiga hari, mungkin ada penambahan waktu yang belum diketahui dan ditentukan durasinya.
Semoga tujuan dan target tercapai dengan baik.

Jumat, 24 Maret 2017

Master Mind First Project

MASTER MIND


#TantanganHarike2
#gamelevel3
#myfamilymyteam
#kuliahBunsayIIP

kebahagian itu bisa saja dalam bentuk sederhana. Tak perlu mahal, makan waktu, makan biaya. Tapi bagaimana kita memaknai kebersamaan dalam keluarga. Menikmati setiap detiknya dalam aktifitas yang bermanfaat. Mungkin sudah sering kita melakukan sesuatu secara bersama-sama dengan keluarga, tapi kita lupa untuk menyelipkan suatu tujuan yang bermanfaat baik untuk saat ini maupun saat yang akan datang. Seperti visi hidup saya, bahagia dalam kondisi apapun, dan ternyata hal itu mesti direncanakan dan disiapkan, begitu juga denga kegiatan bersama keluarga yang harus memiliki target atau tujuan ke depan. Hal ini supaya semuanya berdampak positif bagi setiap anggota keluarga.
Project perdana kami yaitu membuat Kue Sagu Keju Cintah. Insya Allah semua anggota keluarga terlibat dalam proses pembuatannya, entah itu di awal, tengah, maupun akhir. Hari ini, sambil sarapan, saya gali satu per satu hal-hal yang dirasakan oleh tim saya. Pertama, suami (abah), dia merasa senang dengan project ini, karena dengan dibuatnya kue ini, berarti ada stok camilan untuk keluarga. Yang lebih membuat dia senang adalah, project ini sudah sangat lama saya sampaikan dan inginkan, namun baru terealisasi saat ini. Saat harus mengeluarkan dana, tentu sangat tidak keberatan untuk kebahagiaan keluarga. Ada yang membuat suami merasa deg deg an, yaitu kala saya mengirim pesan bahwa salah satu bahan terindikasi agak apek. Dia khawatir saya kecewa dan sedih, namun alhamdulillah hasilnya baik. Bahkan sudah hampir habis kami nikmati dan disuguhkan pada tamu pengajian. Penggalian selanjutnya saya lakukan pada sulung kami, Haikal. Usianya yang masih 5 tahun belum bisa mengalir dalam menceritakan pengalaman yang dia rasa. Saya sebagai ummi mesti memancing agar dia terus cerita. Haikal bilang, dia senang bisa membantu ummi mencetak kue, menemani ummi melewati setiap prosesnya (red). Dan yang menurutnya sangat membahagiakan adalah, kue nya sangat enak (menurutnya). Bahkan Haikal menyebutnya Kue Lope. Hal yang paling saya tekankan dalam proses ini adalah rasa senang membantu dan sabar dalam melakukan sesuatu. Ini yang saya harap bisa tumbuh dalam dirinya hingga besar nanti. Kesabaran tentu saja diperlukan, misalnya ketika hasil cetakan tidak sempurna, namun Haikal tetap mau melakukannya.
Bagi saya, dua cerita pengalaman Haikal dan abahnya sangatlah membahagiakan. Itu berarti ada hal yang menarik dalam project yang kami lakukan bersama. Semoga esok bisa lebih baik dengan mengerjakan project sederhana namun sarat makna. Tujuan bisa tercapai dengan baik tanpa menonjolkan paksaan. Semua mengalir baik. Ini seru, sangat seru.
Welcome next project๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

Kamis, 23 Maret 2017

Project perdana

#projectperdana

#Gamelevel3
#KuliahbunsayIIP
#Melatihkecerdasananak


Membuat Kue Sagu Keju Cintah

Project awal sebagai pemanasan dan memancing semangat satu keluarga tentang kelas WA yang sedang diikuti dengan tujuan yang luar biasa cetar ngebeledug ๐Ÿ˜†.
Berikut rincian project yang insya allah hanya butuh satu hari saja
Nama project : Membuat Kue Sagu Keju Cintah
Pimpro           : Ummi
Assisten 1      : Haikal
Assisten 2      : Abah

Pertama dijelaskan oleh saya (ummi), bahwa tujuan dari project ini adalah menambah kekompakan dan keseruan dalam keluarga. Perkara membuat kue pun bisa menjadikan sebuah keluarga menemukan kebahagiaan terlepas dari hasilnya nanti. Ini project awal, di mana saya selaku pimpro mendominasi setiap proses utama pembuatan kue. Adapun selebihnya tentu saja dibantu Haikal dan abahnya. Abah selaku assisten 2 membantu menyediakan dana guna membeli bahan-bahan yang diperlukan, juga memastikan semua alat siap digunakan untuk (kompor,oven,dsb). Tugas tersebut sudah dijalankan dengan baik. Haikal selaku asisten 1 membantu saya menyetak kue dan memasukkan kue-kue yang sudah matang ke dalam toples. Dalam prosea pembuatan kue, saya dan Haikal mengobrol tentang kue yang kami buat. Tak pernah saya lewatkan untuk menyampaikan pada Haikal bahwa bahan-bahan ini dibeli atas rizki yang Allah beri, oleh sebab itu kita harus bersyukur. Setelah semuanya selesai, saya dan assisten 2 bekerja sama membagi tugas kembali. Saya membersihkan semua alat yang sudah digunakan dan abahnya menemani Haikal mewarnai gambat Robocar Poli.
Alhamdulillah… semua mengerti makna project ini yang tak sekadar bikin kue namun bisa dijadikan ajang saling menumbuhkan kasih sayang dan senang menolong.




Jumat, 17 Maret 2017

Aliran rasa game level#2

Aliran rasa game level#2

Kemandirian anak dalam segala hal adalah impian semua orangtua. Mulai dari usia dini sampai nanti ketika ia masuk dalam fase tak bisa lagi orangtua selalu ada. Rasa syukur yang teramat sangat selalu terpatri dalam hati saya. Saya mengikuti fotum betmanfaat yang mengajarkan saya banyak hal,menuntun saya untuk melakukan yang terbaik bagi keluarga. Semua bisa dan mesti diupayakan, itu yang menjadi kata kunci. Jika awalnya saya berpikir kemandirian anak bisa tumbuh dengan sendirinya, ternyata itu tidak tepat. Semua mesti ada rencana dan penerapan dalam kegiatan sehari-hari,juga diakhiri dengan evaluasi. Saat ini, target saya selanjutnya adalah menambah berbagai kemandirian sebagai bekal hidupnya serta menjaga konsistensi atas kemandirian yang telah tercapai. Jangan sampai, setelah game selesai, saya melupakan untuk menjaga kelestarian kemandirian anak saya. Semoga saya bisa istiqomah untuk melanjutkannya bagi anak-anak saya kelak.
Terbayang masih ada sepuluh game seru yang akan saya jalani. Semoga saya mampu melewati dan menjalankan dengan baik. Menjadi ibu yang baik, istri yang baik, tentu idaman semua wanita. Itu perlu proses dan upaya. Di kelas bunda sayang Institut Ibu Profesional, saya belajar banyak. Terima kasih ya Allah telah mengarahkan saya pada forum ini. Alhamdulillah...



Kamis, 09 Maret 2017

Hari ke 10

#harike10
#gamelevel2
#kuliahbunsayIIP
#melatihkemandirian

Konsistensi anak pada kemandirian yang telah dilatih pasti mengalami naik turun. Namun yang terpenting ada garis besar yang bisa diambil. Salah satunya anak senang melakukan pekerjaannya sendiri dan mungkin ada rasa bahagia ketika orangtuanya memberi kepercayaan bahwa dia bisa melakukannya sendiri.
Saya sebagai ibunya merasa bersyukur. Bagaimana tidak, dari hal-hal yang dilatih dan ditargetkan untuk menjadi kemandirian bagi anak,tak menemui rintangan yang berarti. Namun bukan juga sangat mudah. Semua dilakukan terencana dan fokus.
Hari ke sepuluh ini saya seperti mendapat tiga lotre sekaligus. Haikal anak sulung saya sudah mau membereskan mainannya tanpa "adu mulut" dan negosiasi panjang. Haikal juga sudah ajeg dalam hal MCK (mandi sendiri, buang air kecil sendiri, menyelesaikan urusan buang air besar sendiri, dan semuanya). Namun, tetap dalam pengawasan saya,karena masih ada hal-hal yang belum dapat ia sempurnakan. Lebih membahagiakan lagi ketika saya tak perlu repot menungguinya makan karena mesti disuapi. Dia sudah bisa sendiri. Alhamdulillah.